Postingan

2000 - 20

Dua ribu dua puluh  Banyak tanya yang akhirnya mendapatkan jawaban  Kata damai seperti mudah ditemukan  Hasil dari #dirumaaja yang menjadi selogan di era tersebut  Dua ribu dua puluh  Hangat dirasa namun sangat sederhana  Seperti sup buatan Ibu pagi itu Tepat akhir pekan meski kalender kini tak lagi kami butuhkan seperti sebelumnya  Dua ribu dua puluh  Tak nampak lagi perbedaan antara gelap dan terang  Matahari dan bulan tak di izinkan Ibu tuk kubiarkan masuk kedalam  Sekedar pengingat, apakah hari sudah berganti atau justru sebaliknya  Dua ribu dua puluh Meski genap sudah setengah tahun Tapi berteman dengan kasur tak perna buatku bosan Tidak denganku, entah dengan sang kasur yang tidak lagi dapat berlibur kerja lebih lama Dua ribu dua puluh Seperti teh hangat di ruang kerja bapak dengan lampu redupnya Meski keruh, tapi manis dan menenangkan Tak apa jika ada sedikit pahit yang tercecap di lidah Anggap saja itu bonus agar indra pengecapmu dapat bekerja seluruh bagian Dua ribu dua pulug

2 bait dari bumi dan langit

 Lekas memulih bumi beserta isinya Ada dahan kecil yang kini mulai merapuh Jangan biarkan dia ranggas bersama daun daun musim semi Terlebih di musim yang masih dapat kita lihat bintik air, terpaan dari atas sana Mungkin ini bukan mengenai langit yang ikut bersedih melihat semua menipiskan asa Hanya saja ini caranya untuk sekedar membantu, berikan sedikit semangat juang Dari langit untuk bumi hanya sekedar rintik singkat Harap hati akan dapat suburkan hingga ke sudut hati yang gersang Untuk itu, kamu yang membaca ini harus tetap kuat Bumi dan langit akan merasa lebih baik karena kemarau terparah di dasar dirimu telah kembali menghijau

Cerita peluh kali ini

Malam kali ini biarlah ku gadai Agar esok ku pergi dengan penuh hangat  Maaf malam dan seribu peluh yang menghujam diri Mari kita akhiri, mari kita damai di pagi nanti 

Kutipan Harapan Sederhana Pagi

Terakhir, tegur sang malam Ku balas dengan tatapan kosong Merengkuh asa dan bahagia Meski telah kembali bertemu sang kholiq Tak habis waktu untuk ku nikmatinya Setiap inci, semua yang bisa ku pandangi - lekat Reflek tangan ingin menggapai Sekedar menggenggam, menikmati hangat yang kini jadi bagian yang dirindu Ahh iya, rindu Apapun hal mengenainya, semua Aku bahkan lupa, bagian apa yang tidak membuat ku candu tuk ku rindui Tuhan ciptakanmu satu, tapi kalimat memujamu lebih dari seribu Aku terhenyak ketika lengkingan pagi datang Seperti biasa, ku ucapkan harapan sederhana untuk hari ini "Ibu, bangun" Raut damai kudapati, tapi tidak dengan terwujudnya harapan

Selamat Berlibur

Ada yang kini nyaman Lalu lainnya terpuruk Terbaik kataNYA Tapi sulit tuk diterima Terimakasih tuk kuat Dan maaf tuk kelemahan diri ini Kita menguat diwaktu kemarin Namun sekarang tersisa aku dan kata penguatmu Tidak sedikitpun kau melemah Hanya saja Tuhan kini ingin menyapamu Bukan karena kami tak pinta kau tuk temani Tapi kami ingin berikan hadiah manis untukmu Kepada pemilik sapa lembut Pemilik dekapan hangat Dan penutur kata penghibur Selamat! Kini nikmatilah liburan indahmu Dari kami Terkasihmu 19 Juli 2020

Temui aku di senja berikutnya tanpa mendung

Berbalik bukan untuk menghirup udara yang sama Sesak tak berikan ruang Berat tak berikan pundak Dan rintihan tak berikan jawaban Bila mana datang, kau pergi Akan melesatlah sudah panahan pada sebuah bidik Bila mana datang, kau datang Berhentilah kaki pada tapakkan terakhir posisiku saat ini Bungkam namun berteriak Hening namun bergema Dan diam namun merontak Nanah bening jatuh tak terangkul sabar Aku tahu, diposisi apa saat ini Tahu jelas, mawar putih tlah ada di ujung jalan pabila tlah dipagar meskipun tak berpenghuni Biarkan dia hidup, dan biarkan ada sesuatu yang mati disini Jadi duduklah Lalu mari kita minum beberapa teguk teh Bicarakanlah tanpa membuka mulutmu Biarkan egois ini menguasai karena kerapuhan butuh kan ini Aku. Kamu. Dan setangkai mawar disana Aku, kamu dan sebuah jalan yang tak lagi berbelok Aku yang memilih mundur Dan kau yang memilih maju Lalu akhirnya ini lah jalan kita. Sejalan namun tak satu arah Karena dasarnya pertemua ini hanya simpangan jalan yan

Sekedar cerpen sepucuk surat

Ada sebuah lelucon hari ini. Diera ini masih ada seseorang mengirimkan surat setiap 1 tahun sekali. Pak tua yang sudah bekerja selama lima tahun inipun terheran-heran. Aktivitas wanita muda ini setiap tahunnya datang untuk mengirimkan barang yang sama persis. Surat berwarna putih polos yang sederhana tapi tak diberikan alamat tujuan. Wanita tersebut memasukan surat tersebut kedalam kotak surat didepan kantor pos pada pagi hari. Ini tahun ke lima pak tua ini menjadi saksi kegiatan rutin wanita tersebut. Wanita tersebutpun hanya sekedar memasukan surat tersebut lalu pergi. Setiap kali pak tua ingin  menghampirinya, langkah wanita muda itu lebih cepat meninggalkan tempat tersebut. Surat beramplop putih hanya menjadi tumpukan paket yang tidak perna dikirimkan. Yang benar saja, bagaimana surat tersebut ingin dikirimkan jika hanya tercantum penerimanya tanpa alamat,  kontak yang dapat dihubungi ataupun lainnya? Dan, sepertinya itupun bukan nama dari penerima yang dituju. Hanya tertulis kep