Postingan

Menampilkan postingan dengan label rindu

Hi, Desember Telah Tiba : Harapan dan Kehilangan Di Penghujung Tahun

Gambar
Akhirnya sebuah akhir datang Mengapa menunggu akhir? Sebab ada awal yang dijanjikan diakhir Lalu apa itu akhir? Lalu apa itu awal? Seperti kata para peramal Desember adalah penentu perubahan Sial, kali ini apakah perlu percaya dengan ramalan? Tidak Tapi sepertinya putus asa tahun ini Biarkan saja ini  Berputus asa? Tidak Hanya biarkan saja ini Lalu semua mulai berputar Dua puluh enam tahun yang tidak terjadi Rasa-rasa baru satu tahun hidup Dan lalu berakhir di Desember Biarkan saja ini Berbagai kemungkinan sudah terjadi disebelas bulan ini Seperti apa? Seperti sebelas bulan yang sudah terjadi Bagaimana itu? Lebih memelas dibandingkan dua puluh lima tahun yang sudah terjadi Terlalu rumpang Dan memang disiapkan tak lengkap Bagaimana cara melengkapinya? Dengan cara membuat Desember sebagai awal Biarkan diri ini menarik kembali apa yang sudah lama hilang Bersembunyikah? Tidak Ia pilih hilang Mengapa tak dicari? Karena Ia yang memilih hilang Hingga peneliti telah lelah dan duduk sebagai...

Cerpen : Ada Luka di Balik Kata Paham

Gambar
Sore itu segerombolan remaja tengah membelah kota. Dua diantaranya sedang berbincang dengan raut yang bahagia. Sesekali diselingi suara tertawa. Mereka tengah menceritakan mengenai bagaimana lucunya dunia ini. Bahasan yang umum dibincangkan oleh para karyawan kota kota besar. "Hai Dimas, kau tahu tidak siang tadi rasanya sungguh berat?" tanya Nina dari posisinya yang kini tepat dibelakang Dimas yang mulai merubah raut wajah tanpa diketahui oleh gadis tersebut.  "Ada apa?"  "Siang tadi aku di tegur karena pemasukan perusahaan mulai turun bulan ini. Marketing Credit lagi marketing Credit lagi, sepanjang rapat tadi itu saja yang dibahas. Padahal tim Corporate juga lelang ada disana. Curang bukan? Sepertinya GM kita memang sensi sama timku." keluh Nina "Bukankah justru bagus? Secara tidak langsung, GM ingin mengoptimalkan divisi Credit karena beliau tahu potensi yang kalian punya sangatlah besar."  Nina yang mendengar jawaban tersebut mulai membuat e...

Sekedar Cerpen : Sepucuk Surat

Gambar
Ada sebuah lelucon hari ini. Diera ini masih ada seseorang mengirimkan surat setiap 1 tahun sekali. Pak tua yang sudah bekerja selama lima tahun inipun terheran-heran. Aktivitas wanita muda ini setiap tahunnya datang untuk mengirimkan barang yang sama persis. Surat berwarna putih polos yang sederhana tapi tak diberikan alamat tujuan. Wanita tersebut memasukan surat tersebut kedalam kotak surat didepan kantor pos pada pagi hari. Ini tahun ke lima pak tua ini menjadi saksi kegiatan rutin wanita tersebut. Wanita tersebutpun hanya sekedar memasukan surat tersebut lalu pergi. Setiap kali pak tua ingin  menghampirinya, langkah wanita muda itu lebih cepat meninggalkan tempat tersebut. Surat beramplop putih hanya menjadi tumpukan paket yang tidak perna dikirimkan. Yang benar saja, bagaimana surat tersebut ingin dikirimkan jika hanya tercantum penerimanya tanpa alamat,  kontak yang dapat dihubungi ataupun lainnya? Dan, sepertinya itupun bukan nama dari penerima yang dituju. Hanya ter...