Postingan

Menampilkan postingan dengan label keindahan

Terima kasih

Gambar
  Harumnya perangaimu menyatu dengan seluruh pakaianku Setia merekah dalam ingatan Kan selalu ada syukur pada tiap akhir kalimat Untuk kamu pemilik pagi dan malamku pun saat ini Terima kasih telah bersedia menjadi paramananda pun hingga kini Referensi bacaan untukmu : Ruang masa lalu Lelaki dalam Belenggu Hi, Desember telah tiba

Penggoda Tuhan di Tepi Jalan

Gambar
Kelambu yang telah abu Menutupi segala yang berada di dalam kungkungannya Bekas tapak yang mulai terisi genangan Sisanya hilang tersisir Barangkali di antara bercak tanah itu ada kehidupan yang tampak Meski banyak yang hampir tersentuh Namun tak mengurangi kesucian putihnya Dan begitupun cerahnya yang memanggil tuk sapa sembarang Segerombolan itu tetap bertahan Padahal, tak ada yang memasukkannya dalam vas berukir naga, atau awan, atau entah apapun itu Berdiri anggun di ruang bertemakan kekayaan Ia, di antara lainnya hanya menumpang hidup di tanah Tuhan Penggoda Tuhan untuk beri hujan Penggoda Tuhan untuk beri matahari Tapi siapa yang akan menyangka bahwa Ia adalah sang penggoda?, Bahkan Tuhanpun ragu akan itu Benar adanya atas kecantikkannya Terlebih saat tengah menari atas ajakan angin Saling bersentuh, berayun kanan-kiri Berdansa dengan banyak penghuni alam yang lain, memikul iri langit yang begitu jauh Percayalah, kamu begitu mengagumkannya Cela yang mungkin ada, hanya dapat kuseny...

Cerpen : Keretaku Sampai Tujuan

Gambar
  Suatu hari aku sedang menunggu kereta untuk pergi ke suatu tujuan yang sebenarnya juga tidak tahu di mana itu. Yang aku tahu, aku hanya ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta. Pergi ke stasiun, menunggu kereta yang datang dan menaikinya. Duduk sembari menikmati berbagai ekspresi sekitar. Ahh tentu saja sesekali akan ku tengok jendela besar di sebrangku. Pemandangan langit sebiru ini mana mungkin boleh aku lewatkan bukan? Dengan perasaan yang cukup senang, aku menyambut kereta yang dikabarkan akan memasuki stasiun yang kini aku datangi. Bisa ku lihat, sekitar ku juga mulai mengikuti apa yang aku lakukan, mendekati garis kuning. Membentuk barisan seakan menyambut parade disebuah perayaan. Teriakan kereta semakin terdengar nyaring yang diikuti oleh suara rel beradu dengan besi bundar itu. Perlahan kereta mulai berhenti tepat di hadapan kami.  Rasa senang itu semakin menyeruak. Dengan sangat sabar, aku menunggu pintu dari masing masing gerbong tersebut terbuka - se...