Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi modern

Lelaki di dalam belenggu

Gambar
Masuki ruang ini kembali? Hanya dalam mimpi,  sekedar mimpi  bukan berarti di dunia nyata Atau bahkan memang tidak terbangun Memilih tidak terbangun Apa yang kau cari? Kekosongan ini membuatku tidak penuh Seperti telah menuang kopi pada cangkir Tak henti, namun tak kunjung terisi Benarkah kopi yang kau tuang? Cerutu pengganti dupa Biarkannya terbakar perlahan, sangat perlahan Kan ku tunggu hingga habis terbakar Benarkah sekedar menunggu? Tak pantas ajarkan rindu pada seorang lelaki Lelaki tumbuh karena rasa sakit Rindu hanyalah belenggu bagi lelaki lemah yang merajut ulang ingatan lama lelaki hanya perlu tamparan tendangan makian Agar Ia hidup Lantas, sedang apa kau di sini? Lelaki tak perlu menjawab Menjelaskan membuat dirinya bodoh Bodoh bukanlah aku Aku adalah lelaki yang tak berputus asa hingga mengharuskan bicara Aku akan bersandar saja Tak apa jika sedikit mengenang Menapaki jejak lama pada tiap tapak yang sama hanya akan membuatku terperangkap Tak ada perangkap, kita ad...

Ruang Masa Lalu: Cerutu dan Aroma yang Tak Pernah Pergi

Gambar
Aroma vanila masih tertinggal Bertengger di cupid hidungku Tatkala ku memasuki ruang masa lalu Berpintu kayu yang mulai tertutup jaring-jaring  Ruang yang seharusnya tak disentuh namun ternyata kembali terbuka Tak pandai-pandainya aku menyembunyikan kunci ini Jangan suruh aku membuangnya Alih-alih melenyapkan, justru aku mendatangi pemilik kunci Sudah ribuan malam ku tak menutup jendela pada ruang ini Barangkali udara malam itu Baik saat hujan Pun kemaraunya Lalu pasukan pengepak berbagai ukuran Pun para pengerat  Cukup tuk merunyamkan ruang Malangnya yang ditemukan adalah kedamaian Mereka senantiasa menetap  Bingkai itu masih berisikan dua orang bahagia bahagia yang bahagia bahagia yang semakin membias Kini mataku telah lupa bagaimana teduh matanya Aromanya yang tengah berpadu padan dengan lendir di tubuhnya tak lagi tercium Mulut yang tak lagi mengecap manis miliknya Telinga menuli setelah tak lagi ada yang memanggil namaku Dan kulitku yang mengering karena tak lagi ber...