Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Apakah ini bayaran atas tenang?

Tatap terakhir Ku temukan dirimu bersembunyi Di dalam sana, jeruji yang dingin Bias bersama genangan Yang kau usahakan tuk tak rintik Aku tahu, apa yang aku mau Dengan begitu jelas, terukir di pikiranku Namun kala ku lihat lagi Buram sudah Ku hanya ingin, kau tenang Lihat aku menari, Bernyanyi, Melukis, Wajah ku penuh dengan warna Bajuku begitu cerah Rambutku penuh gelombang Aku baik, aku baik saja Tak usah bertanya, perasaanku Bagaimana sakitnya, Lukanya, Tangisannya, Yang aku mau hanya kamu Namun, dengan tenang Sungguh ku rindu inginkan lebih Namun ku tahu rasanya tidak nyaman Terkekang di dalam pikiran Tolong jangan hukum Dirimu lebih dari ini Sekali saja Dengarkan aku Tenang, kau harus lepaskan Begitu tersiksanya ku, melihat kau rapuh Lebih dari berbohong Mengatakan, aku sudah bahagia Sejak kau pilih pergih Diujung tumpangan Ingatkah, aku mengucapkan  ' Terimakasih untuk semuanya, aku bahagia ' Di saat itu, Sesak dan bahagia terpita, jadi satu Setelah ini, aku ingin dapat k...

Apakah hari ini (pun tidak)?

Tidak hari ini Hitam, tak sedetikpun bercahaya Mati, tak sedikitpun bergerak Lumpuh Sengaja didiamkan di sana Namun aku yang mendekat Lalu menjauh Lagi mendekat Yang berubah hanya sekeliling Rasa-rasa takdir Firaun yang tenggelam Tidak dapat berubah Tidak pula tertukar Tapi diujung sana, ada harapan sedang menelungkup Bukan malu Hanya mengukung doa Khawatir terlepas Pun tertukar Kemarin ada, namun tak ada Hari ini tak ada, pun benar begitu Esok mungkin lupa bertanya Atau barangkali tak perlu Sudah tak lagi Benarkah? Masih pula tanya ini lahir Alih-alih beranjak Ia hanya kembali ke sudut Dekap doa, lebih

Apakah hari ini ada yang akan memanggilku?

Malam, terbangun Mengendus-endus udara Sudah pukul berapa ini? Raba-meraba jarum, tetumpuk tak berjalan Sudah berapa lama ini? Aku tahu bahwa pagi masih lama Tidak tahu kapan datang Bisa jadi, tidak tahu apakah akan datang atau tidak Hanya sekedar mengimani Entah iman yang benar atau tidak Bisa jadi, tidak, lalu tertimbun gelap selamanya Aku rasa, kini Iblis mulai bergantung di daun telinga Bisikan, tidur saja - kau tidak butuh bangun Aku mulai menarik gerai kelopak mata Jampi-jampi di ujung bibir mulai dimainkan Padahal aku sendiripun lupa Untuk apa aku terjaga? Apakah hari ini ada yang akan memanggilku? Barangkali, membutuhkan jawab kabarku Bisakah, kau rasa terampas hingga kau terbujur beku? Jika tidak, aku akan bersiap tidur dengan kali ini  lebih lelap