Perayaan Kembang Api; Sebuah Kenangan dan Kehilangan
Kini langit menghitam Mulailah lampu-lampu dihidupkan satu persatu Memperlihatkan sepinya jalan di sana Jalan yang berakhir pada sebuah rumah Dari kejauhan tampak seseorang di bawah penerangan langkah memangkas jarak Melambai-lambai tuk beri tanda Telah sampailah sang pedamba Wajah bulat itu memerah Terdapat binar-binar yang terpancar Juga rekah senyumnya Berteriak tuk sampaikan suka cita pada dunia Aroma bunga semakin dinikmati habis olehnya Tatkala pelukan terbuka dan siap menerima Dan mulai mengurai segala rindu Entah sebagai penutup atau pembuka pada bagian lain Hadiah kali ini adalah kembang api Perayaan kesekian kalinya pada setiap pulang Perayaan yang menjadi tradisi Perayaan penanda bahwa sepinya malam telah berakhir Sang adik laki-laki sering kali mengeluh Mengapa berulang nyalakan kembang api Kilahnya, setiap suara kejutnya sama Warna dan segala kemeriahan telah terangkum tuntas dalam pikirannya Wanita itu hanya tersenyum dan menarik tangan kecil itu tuk pergi ke pelataran Se...