Postingan

Menampilkan postingan dengan label kenangan masa lalu

Lelaki yang Membopong Wanita Berluka Nanah

Gambar
Diantara gaduh siang itu Seorang wanita penuh nanah hampiri Sajikan telapak terbuka dan sapaan penuh kebutaan Tersenyum seolahkan mampu tutupi besaran kotoran dihidupnya Lelaki beraroma kebahagiaan mulai melirik Namun tak balas tangan kotor yang bergantung di hadapannya Hanya ucapkan satu kata yang akan terpati dalam ingatan di tengah debu isi pikiran  sang wanita Waktu yang berjalan mendayu Hantarkan pada kumpulan bunga bermekaran di seluruh bagian Tenggelamkan sepasang manusia yang abaikan semesta Berpegang buah takdir yang dipetik pada sepertiga malam Satu persatu sungai anggur telah dicicipi Aliran yang menambah nikmat Mabuk hingga hilang akal Harap-harap tumbuh indah bak bunga teratai di atasnya Jutaan badai telah berlangsung cukup lama dan menyakiti dua makhluk Tuhan sakit yang menimbulkan demam dan gelisah Mencari dokter terhebat tak hasilkan jawaban Melemahkan pendirian Pendekar yang telah berjuang dengan kudanya memilih pergi dengan kaki pincangnya Wanita berbalut nanah ki...

Lelaki di dalam belenggu

Gambar
Masuki ruang ini kembali? Hanya dalam mimpi,  sekedar mimpi  bukan berarti di dunia nyata Atau bahkan memang tidak terbangun Memilih tidak terbangun Apa yang kau cari? Kekosongan ini membuatku tidak penuh Seperti telah menuang kopi pada cangkir Tak henti, namun tak kunjung terisi Benarkah kopi yang kau tuang? Cerutu pengganti dupa Biarkannya terbakar perlahan, sangat perlahan Kan ku tunggu hingga habis terbakar Benarkah sekedar menunggu? Tak pantas ajarkan rindu pada seorang lelaki Lelaki tumbuh karena rasa sakit Rindu hanyalah belenggu bagi lelaki lemah yang merajut ulang ingatan lama lelaki hanya perlu tamparan tendangan makian Agar Ia hidup Lantas, sedang apa kau di sini? Lelaki tak perlu menjawab Menjelaskan membuat dirinya bodoh Bodoh bukanlah aku Aku adalah lelaki yang tak berputus asa hingga mengharuskan bicara Aku akan bersandar saja Tak apa jika sedikit mengenang Menapaki jejak lama pada tiap tapak yang sama hanya akan membuatku terperangkap Tak ada perangkap, kita ad...

Ruang Masa Lalu: Cerutu dan Aroma yang Tak Pernah Pergi

Gambar
Aroma vanila masih tertinggal Bertengger di cupid hidungku Tatkala ku memasuki ruang masa lalu Berpintu kayu yang mulai tertutup jaring-jaring  Ruang yang seharusnya tak disentuh namun ternyata kembali terbuka Tak pandai-pandainya aku menyembunyikan kunci ini Jangan suruh aku membuangnya Alih-alih melenyapkan, justru aku mendatangi pemilik kunci Sudah ribuan malam ku tak menutup jendela pada ruang ini Barangkali udara malam itu Baik saat hujan Pun kemaraunya Lalu pasukan pengepak berbagai ukuran Pun para pengerat  Cukup tuk merunyamkan ruang Malangnya yang ditemukan adalah kedamaian Mereka senantiasa menetap  Bingkai itu masih berisikan dua orang bahagia bahagia yang bahagia bahagia yang semakin membias Kini mataku telah lupa bagaimana teduh matanya Aromanya yang tengah berpadu padan dengan lendir di tubuhnya tak lagi tercium Mulut yang tak lagi mengecap manis miliknya Telinga menuli setelah tak lagi ada yang memanggil namaku Dan kulitku yang mengering karena tak lagi ber...

Cerita Orang Kaya Baru: Dari Rantai ke Kebebasan

Gambar
Penghujung tanggal hitam akhirnya tiba Terdengar sorak dari berbagai balik meja Beberapa di antaranya mulai berangan Sisanya hanya bisa menghela nafas Badanmu tegap kali ini Berjalan dengan yakin tanpa rantai dikaki Tak ada beban di pundak Hanya ada beban didompet yang kenyang akan kekayaan Malam ini tak lagi ada aroma kemiskinan Yang tercium hanya kepulan dari dapur restoran Aahh ... jangan lupa sapaan bak raja yang disambut oleh para dayang Menyiapkan diri tuk meraih bintang lima darimu Kedai ramen saat itu apakah masih sama? Ornamen kayu dan menu andalannya Bukan, bukan andalan mereka Hanya andalan sepasang pencerita pecinta Saat itu Apakah segalanya masih sama? Jika tak ada ramen, barangkali aroma popcorn Banyak tayangan yang dapat mengundang Lalu kan ku sertakan kopi pandan  Sembari menikmati lagu jazz di depan pintu Dan saling menebak judul lagu Sebelum masuki ruangan gelap dan bersandar kasih Malam belum larut Ceritamupun masihlah sebanyak isi rekeningmu Mari berjalan sediki...

Perayaan Kembang Api; Sebuah Kenangan dan Kehilangan

Gambar
Kini langit menghitam Mulailah lampu-lampu dihidupkan satu persatu Memperlihatkan sepinya jalan di sana Jalan yang berakhir pada sebuah rumah Dari kejauhan tampak seseorang di bawah penerangan langkah memangkas jarak Melambai-lambai tuk beri tanda Telah sampailah sang pedamba Wajah bulat itu memerah Terdapat binar-binar yang terpancar Juga rekah senyumnya Berteriak tuk sampaikan suka cita pada dunia Aroma bunga semakin dinikmati habis olehnya Tatkala pelukan terbuka dan siap menerima Dan mulai mengurai segala rindu Entah sebagai penutup atau pembuka pada bagian lain Hadiah kali ini adalah kembang api Perayaan kesekian kalinya pada setiap pulang Perayaan yang menjadi tradisi Perayaan penanda bahwa sepinya malam telah berakhir Sang adik laki-laki sering kali mengeluh Mengapa berulang nyalakan kembang api Kilahnya, setiap suara kejutnya sama Warna dan segala kemeriahan telah terangkum tuntas dalam pikirannya Wanita itu hanya tersenyum dan menarik tangan kecil itu tuk pergi ke pelataran Se...

Cerpen : Bintang Jatuh

Gambar
 Di suatu Desa terpencil, hiduplah anak perempuan bersama dengan Ibunya. Mereka hanya hidup berdua di desa itu. Sebelumnya Desa tersebut adalah Desa dengan banyak penduduk yang hidup sederhana dan bahagia. Namun, di tengah musim hujan yang sangat panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak para penduduk yang memutuskan untuk bertransmigrasi ke daerah lain. Banyak orang beranggapan bahwa musim hujan kali ini tidak berujung dan menyebabkan malapetaka untuk warga Desa seperti, hewan ternak banyak yang mati, tumbuhan gagal panen, serta munculnya wabah-wabah penyakit yang hingga menyebabkan kematian.  Sang Ibu memilih tetap tinggal dikarenakan ketakutannya jika warga Desa akan bertemu dengan sang Putri. Bukan tanpa sebab ketakutan tersebut, beberapa kali sang Putri bertemu dengan warga Desa dan mendapatkan makian dan respon kurang baik lainnya karena wajah sang Putri yang dianggap buruk rupa dan menyeramkan. Bagi sang Ibu, putrinya sama cantiknya dengan anak perempua...

Potongan Film

Gambar
Malam ini lalu lintas begitu padat Ku temui gerumunan pada banyak titik Baik yang bersembunyi di balik jas hujan maupun di bawah atap besi berjalan Semua pendatang hanya pergi berlalu Sepertinya banyak orang mengarah pada jalan pulang Entah untuk apa atau siapa yang menunggu Hingga tampak berang dengan beradu suara Dan lupa akan basahnya tubuh Memandangi setiap kali lampu berwarna ceri tengah mendapat giliran Ronanya membias karena air hujan yang mengepunginya Semua patuh menunggu dihadapannya Meski dengan riuh cerca di kepala Aku berpikir, apa yang bisa aku lakukan? Saat lampu tak bergerak Juga dengan jari mengeriput Hingga wajah yang terbasuh berulang Dengan helaan nafas ku coba nikmati sekitar Tepat di arah tenggaraku, saling berpeluk dan cerita hujan di lain hari dengan suka cita Sedikit bergeser ke arah timur, tengah mengamankan sekotak makanan dibalik bungkus plastik yang naasnya tak halau dingin Juga dari arah baratku, sepaket keluarga cemara dengan wanita yang mengusahakan diri...

Dimana Bintang?

Gambar
Langit dimalam hari memiliki magnet tersendiri Terutama pada saat bertabur perhiasan yang ramai Mari berangan dan nikmati Langit tampak seperti apa kali ini? Lihatlah, terdapat bulan yang tengah menyipit Terlihat tipis, samar bak wanita penjaga toko obat Dan mulailah segerombolan anak bernyanyi Meminta bulan tuk temani Larut gelap dan dingin meninggalkan sunyi Aku masih terduduk, memeluk kaki Menenggah tuk nikmati Menenggah tuk nikmati, sesaat Dari bawah, aku dapat melihat indahmu Entah kapan cahaya tersebut tersulam dengan begitu apik Seperti berpencar namun tetap dalam satu kanvas Seperti itulah seribu bintang yang ku sukai Perlukah ku ikut bernyanyi tuk dapat terbang dan menari di antara cahayamu? Namun aku hanya ingin menikmati sendiri dan tidak seperti pemuja bulan Hanya pada bagian ini, aku ingin sendiri Hanya pada bagian ini, aku memohon tuk halau lain Jika boleh, itu pintaku Setelah seribu malam ku lewati  dengan hanya memandang Lalu menimbun, lagi dan lagi Pertanyaan berla...

Hari Pemakaman

Gambar
Prasangka menyelimuti setiap hati Tak ada putih-hitam, bersih ataupun kotor Prasangkakan hampiri tuk mengisi pikiran kosong Dan lalu membangkai bersama sang inai Mereka sebut tabah yang dapat sembuhkan Naasnya mereka tak tahu,  benarkah masih ada yang hidup di sini? Apakah bisa hidupkan jasad yang telah mati? Sebelum gagak hitam kerumuni tuk rayakan duka Tibalah hari pemakaman, ramai Ada yang datang bersama tangis, teriakkan tuk mengutuk Tuhan hingga beberapa jiwa tumbang Sisa lainnya hanya bisa berbisik belas kasih Dengan tangan menggenggam, pinta tuk jadikan ini sekedar mimpi Esoknya kembali pada semula Kekosongan ruang ini begitu dingin Melanjutkan yang tertunda, menggertak kepada Tuhan tuk kembalikannya Hingga balasan akhirnya datang jua ... " Dirinya tak pergi, tapi kamu yang tak lagi didunianya "

Cerpen : Ada Luka di Balik Kata Paham

Gambar
Sore itu segerombolan remaja tengah membelah kota. Dua diantaranya sedang berbincang dengan raut yang bahagia. Sesekali diselingi suara tertawa. Mereka tengah menceritakan mengenai bagaimana lucunya dunia ini. Bahasan yang umum dibincangkan oleh para karyawan kota kota besar. "Hai Dimas, kau tahu tidak siang tadi rasanya sungguh berat?" tanya Nina dari posisinya yang kini tepat dibelakang Dimas yang mulai merubah raut wajah tanpa diketahui oleh gadis tersebut.  "Ada apa?"  "Siang tadi aku di tegur karena pemasukan perusahaan mulai turun bulan ini. Marketing Credit lagi marketing Credit lagi, sepanjang rapat tadi itu saja yang dibahas. Padahal tim Corporate juga lelang ada disana. Curang bukan? Sepertinya GM kita memang sensi sama timku." keluh Nina "Bukankah justru bagus? Secara tidak langsung, GM ingin mengoptimalkan divisi Credit karena beliau tahu potensi yang kalian punya sangatlah besar."  Nina yang mendengar jawaban tersebut mulai membuat e...

Sekedar Cerpen : Sepucuk Surat

Gambar
Ada sebuah lelucon hari ini. Diera ini masih ada seseorang mengirimkan surat setiap 1 tahun sekali. Pak tua yang sudah bekerja selama lima tahun inipun terheran-heran. Aktivitas wanita muda ini setiap tahunnya datang untuk mengirimkan barang yang sama persis. Surat berwarna putih polos yang sederhana tapi tak diberikan alamat tujuan. Wanita tersebut memasukan surat tersebut kedalam kotak surat didepan kantor pos pada pagi hari. Ini tahun ke lima pak tua ini menjadi saksi kegiatan rutin wanita tersebut. Wanita tersebutpun hanya sekedar memasukan surat tersebut lalu pergi. Setiap kali pak tua ingin  menghampirinya, langkah wanita muda itu lebih cepat meninggalkan tempat tersebut. Surat beramplop putih hanya menjadi tumpukan paket yang tidak perna dikirimkan. Yang benar saja, bagaimana surat tersebut ingin dikirimkan jika hanya tercantum penerimanya tanpa alamat,  kontak yang dapat dihubungi ataupun lainnya? Dan, sepertinya itupun bukan nama dari penerima yang dituju. Hanya ter...