Dimana Bintang?



Langit dimalam hari memiliki magnet tersendiri
Terutama pada saat bertabur perhiasan yang ramai
Mari berangan dan nikmati
Langit tampak seperti apa kali ini?

Lihatlah, terdapat bulan yang tengah menyipit
Terlihat tipis, samar bak wanita penjaga toko obat
Dan mulailah segerombolan anak bernyanyi
Meminta bulan tuk temani

Larut gelap dan dingin meninggalkan sunyi
Aku masih terduduk, memeluk kaki
Menenggah tuk nikmati
Menenggah tuk nikmati, sesaat

Dari bawah, aku dapat melihat indahmu
Entah kapan cahaya tersebut tersulam dengan begitu apik
Seperti berpencar namun tetap dalam satu kanvas
Seperti itulah seribu bintang yang ku sukai

Perlukah ku ikut bernyanyi tuk dapat terbang dan menari di antara cahayamu?
Namun aku hanya ingin menikmati sendiri dan tidak seperti pemuja bulan
Hanya pada bagian ini, aku ingin sendiri
Hanya pada bagian ini, aku memohon tuk halau lain

Jika boleh, itu pintaku
Setelah seribu malam ku lewati 
dengan hanya memandang
Lalu menimbun, lagi dan lagi
Pertanyaan berlapiskan luka sayatan akibat tak temukan jawab

Dimana bintangku?
Bintang yang ku mimpikan berada dalam ranjangku malam itu
Yang ku dekap
Yang ku genggam
Yang ku kecup
Yang ku bisikan suka citaku memilikinya
Yang ku tangisi sembari memohon
Yang ku tunggu dengan berselimut janjikan kembali
Dan yang ku dapati tak kembali

Lalu, dilangit mana dia kembali?
Hingga angin bawaku pada tempatmu
Bukan pada langitku menunggu
Apakah ini langit barumu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu

Hadiah

Ghetini