Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Rancuan Si Gila

Dengarlah, Kini tak ada lagi suara sumbang Mulai bernadakan, menghanyutkan Sepertinya ... sepertinya ... Batu nisan yang tergantung Kini berubah jadi lukisan berwarna mentereng Serta noda-noda lainnya Yang tutupi debu, tampak Sepertinya ... sepertinya ... Pantas saja, tak ada lagi yang memanggil Tuk berbagi payung Dia sudah pandai membalut diri Sepertinya ... Hujan panjang ini, hanya aku Beginilah terguyur, tanpa perlawanan Meski beratap, namun tidak dengan dinginnya Dirinya yang menari Dan menarik jemari lentik lain Buatku tak lebih dari sekedar penonton pentas Aku tak paham, sejak kapan ungu mulai merambat Seharusnya, aku sadar tuk pergi bukan memahat Apakah karena terpukau? Atau justru sakau? Sejak kapan pemain baru itu hadir? Bukankah, itu seperti aku? Tempat yang ku isi Naskah yang ku dalami Mimik yang diperagai Seperti aku, tapi seperti juga bukan aku Sepertinya aku kembali berulah Sepertinya dirinya yang tak berbeda Sepertinya aku yang hidup hanya kemarin Sepertinya dirinya, ber...

Beritahu aku

Bagaimana caranya untuk merasa sendiri? Ragamu selalu bersamai Terkadang di sisi, bergelayut bak kuala Bisa di ujung pupilku, dengan matamu yang menghilang, terhalau bulat merah itu Pun di belakang, dekap, dan kita bersemu Bagaimana caranya untuk hening? Saat aku mendengar rima yang kau senangi? Dengan kamu yang berulah, bodoh, di depanku Buatku tertawa, agresif menyamai langkahmu Bagaimana caranya untuk menangis? Selalu tersadarkan, bahwa aku di bawahmu Yang terus mengkukungku Aman, nyaman, lalu apa lagi yang buatku takut? Bagaimana caranya untuk Sadar, Meski tak menenggak habis lagi pil Bangun, Sekalipun tak pernah lagi lelap Hingga menerima bahwa hanya ada aku di sini?

Koma

Aku gagal kembali Sudah dimakan dua tahunpun, sama Tergulung, tergelar, tergulung Terhimpit di bundaran yang sama Sampai kapan? Tanya itu tergaung diberbagai pengeras suara Oleh mereka yang mulai lelah mendoakanku Juga yang tak tertarik mendengar keluh Aku paham, bukan hanya satu Aku maksudnya Lain-lainnya, pun merasakan Tapi, ini sudah 2 tahun Sedangkan mereka, sudah jauh  Terbang dan pandai hinggap Padahal, akupun sudah mengusahakan Semua, semampu, apapun itu Kali ini tidak berbohong Hilang dari duniapun sudah, Tetap sama, tergulung, tergelar, tergulung Malam yang berujung tangis Tangis, berhelakan raung Pukulan, hantaman, yang tertuang Di atas selembar itu Panjangnya, mentatakkan pilu Aku, harus seperti apa? Dua tahunku, kan bergulir menjadi tiga Lalu empat, lima Sedangkan aku, tetap koma