Mimpi II
Mimpi kali ini sederhana Segala pesan puisiku terbalas Olehmu yang datang dan menjawab rangkaian tanya Aku terpaku namun langkahku mengikis padamu yang mulai tersenyum Senyum yang kuingat Lalu kurindukan setelahnya Kini jarak kami tidak lebih dari satu harsa Membuncah segala halnya Hingga aku mampu melompat Padamu yang membuka kehangatan itu Aroma yang ku pahami muasalnya Juga derunya jantung kami yang berlomba Mengepung gendang telinga Tulikanku agar tak ada yang mampu Menariku ke sadar kini