Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Mimpi II

Mimpi kali ini sederhana Segala pesan puisiku terbalas Olehmu yang datang dan menjawab rangkaian tanya Aku terpaku namun langkahku mengikis padamu yang mulai tersenyum Senyum yang kuingat Lalu kurindukan setelahnya Kini jarak kami tidak lebih dari satu harsa Membuncah segala halnya Hingga aku mampu melompat Padamu yang membuka kehangatan itu Aroma yang ku pahami muasalnya Juga derunya jantung kami yang berlomba Mengepung gendang telinga Tulikanku agar tak ada yang mampu Menariku ke sadar kini

Laut abu-abu

Pemutaran kembali Hari di mana aku dan kamu Mengitari bibir pantai  Sembari menguntai jejak Di manakah angin membawa kita pergi? Burung camar menyambar pertanyaan Mencari jawaban Tentang rumah yang kini hilang Aroma asin itu mulai pudar Lain cuaca juga waktu Tapi pantai yang izinkan tuk menggulung ombak Hingga bibir tak lagi saling menyatu Kau terjeram pada pasir sedang aku tenggelam habis Suaraku tak sampai Pada Tuhan juga kau yang inginkan ku tuk bernyawa bukan tersedak dalam tawa Masih bisakah kita bertatap? Dua empat tujuh tanpa hambat Bergulat dengan cara yang kita sukai Diakhiri dengan usapan lembutmu pada pangkal tubuh buat luluh aku

Bab akhir ; Tuan - Puan

Tuan, terimakasih atas tumpangannya Perjalanan ini membawaku begitu jauh Pada berbagai hujan dan pelangi Juga fajar dan senja yang kita datangi Tuan, mungkin benar Ada kalanya kita perlu berhenti Pada persimpangan meski tak berlampu Merah ataupun hijau Hanya sorot kuning yang bias pada bintik air Dengan kepulan laron temani Tuan, kita terlalu gusar tuk lanjutkan Apa-apa pada jalan yang tak berujung Namun begitu banyak kelok, buatku mual dan kau keluh lelah Kita mestinya tinggalkan jalanan dengan tenang meski ragu Tuan, aku melihatnya Tampak payung merah muda itu telah lama Hampiri kau dan sajikan teduh Juga senyum itu yang buat kau luluh Tuan, Kini aku tak lagi tenggelam Pada ragu itu Ada kunang-kunang yang tuntunku Begitu suka menari dan kelilingiku Buatku, menatapnya dengan tawa Untuk Tuan Dari Puan Agar Tuan dapat meramu lebih banyak Dan Puan meminum ikhlas dengan segar