Bab akhir ; Tuan - Puan

Tuan, terimakasih atas tumpangannya
Perjalanan ini membawaku begitu jauh
Pada berbagai hujan dan pelangi
Juga fajar dan senja yang kita datangi

Tuan, mungkin benar
Ada kalanya kita perlu berhenti
Pada persimpangan meski tak berlampu
Merah ataupun hijau
Hanya sorot kuning yang bias pada bintik air
Dengan kepulan laron temani

Tuan, kita terlalu gusar tuk lanjutkan
Apa-apa pada jalan yang tak berujung
Namun begitu banyak kelok,
buatku mual dan kau keluh lelah
Kita mestinya tinggalkan jalanan dengan tenang
meski ragu

Tuan, aku melihatnya
Tampak payung merah muda itu telah lama
Hampiri kau dan sajikan teduh
Juga senyum itu yang buat kau luluh

Tuan,
Kini aku tak lagi tenggelam
Pada ragu itu
Ada kunang-kunang yang tuntunku
Begitu suka menari dan kelilingiku
Buatku, menatapnya dengan tawa

Untuk Tuan
Dari Puan
Agar Tuan dapat meramu lebih banyak
Dan Puan meminum ikhlas dengan segar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu

Hadiah

Ghetini