Cerpen : Waktu Memotong Kue
Bagaimana cara menikmati kue tanpa mengubah bentuknya? Pertanyaan itu terkesan bodoh namun sejujurnya sering kali terlintas di pikiranku selama ini. Aku bukanlah wanita yang menyukai hal-hal berat untuk dipikirkan. Seperti halnya berpikir tentang menginginkan suatu hal yang sangat mewah untuk aku gunakan atau mungkin cara menabung hingga bisa mendapatkan gelar milyader. Tidak, itu tentu bukan aku. Hanya saja, kali ini mungkin berbeda, dimana aku sedang tidak menjadi diriku. Perasaan ini cukup lama mengepungi hati dan pikiranku. Kehidupan sederhanaku perlahan mulai tergerus dengan kehadiran perasaan 'orang bodoh' ini. Hari inipun sama. Entah tarikan nafas ke berapa hingga Ani, rekan kerja di sampingku mulai merasa kejanggalan. Meskipun rasa terusik Ani sangat ingin Ia gambarkan melalui pertanyaan, namun Ani sepertinya cukup menghargaiku dengan kondisi meja penuh dengan berbagai dokumen berharga yang akan segera berakhir menjadi benda tak bernilai di mesin penghancur ker...