Mimpi
Kita berdansa di atas embun
Rona fajar yang khas
menjadi dekorasi pesta
Tak lupa para burung bernyanyi
la la la na na na ya ya ya
Lebih indah terdengar
dibandingkan suara ketukkan Ibu
di balik pintu
-bangun-
Potongan kisah yang berantakkan. Namun jika bersedia, kau dapat duduk, memungut puing-puing tersebut dan menikmatinya sejenak. Cukup usang dan berdebu. Untuk itu aku minta maaf. Di dalam sini, tak cukup lengkap. Seperti banyaknya kosong pada akhir kata. Menyisakan kata tanya "mungkinkah" juga "bisakah". Tersisa hanya luasnya pandang tanpa titik dan runyamnya pikiran yang ku tuang pada kanvas hitam ini. Lalu dibacakanmu.
Komentar