Kelambu yang telah abu Menutupi segala yang berada di dalam kungkungannya Bekas tapak yang mulai terisi genangan Sisanya hilang tersisir Barangkali di antara bercak tanah itu ada kehidupan yang tampak Meski banyak yang hampir tersentuh Namun tak mengurangi kesucian putihnya Dan begitupun cerahnya yang memanggil tuk sapa sembarang Segerombolan itu tetap bertahan Padahal, tak ada yang memasukkannya dalam vas berukir naga, atau awan, atau entah apapun itu Berdiri anggun di ruang bertemakan kekayaan Ia, di antara lainnya hanya menumpang hidup di tanah Tuhan Penggoda Tuhan untuk beri hujan Penggoda Tuhan untuk beri matahari Tapi siapa yang akan menyangka bahwa Ia adalah sang penggoda?, Bahkan Tuhanpun ragu akan itu Benar adanya atas kecantikkannya Terlebih saat tengah menari atas ajakan angin Saling bersentuh, berayun kanan-kiri Berdansa dengan banyak penghuni alam yang lain, memikul iri langit yang begitu jauh Percayalah, kamu begitu mengagumkannya Cela yang mungkin ada, hanya dapat kuseny...