Hari Pemakaman


Prasangka menyelimuti setiap hati
Tak ada putih-hitam, bersih ataupun kotor
Prasangkakan hampiri tuk mengisi pikiran kosong
Dan lalu membangkai bersama sang inai

Mereka sebut tabah yang dapat sembuhkan
Naasnya mereka tak tahu, 
benarkah masih ada yang hidup di sini?
Apakah bisa hidupkan jasad yang telah mati?
Sebelum gagak hitam kerumuni tuk rayakan duka

Tibalah hari pemakaman, ramai
Ada yang datang bersama tangis, teriakkan tuk mengutuk Tuhan hingga beberapa jiwa tumbang
Sisa lainnya hanya bisa berbisik belas kasih
Dengan tangan menggenggam, pinta tuk jadikan ini sekedar mimpi

Esoknya kembali pada semula
Kekosongan ruang ini begitu dingin
Melanjutkan yang tertunda, menggertak kepada Tuhan tuk kembalikannya
Hingga balasan akhirnya datang jua ...

"Dirinya tak pergi, tapi kamu yang tak lagi didunianya"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu

Ghetini

Apakah ini bayaran atas tenang?