Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Hai dan lalu Terimakasih

Hai Terimakasih Wajah penenang yang ku cintai Terpatri pada ingatan tanpa lerai Yang perlu kau percayai Kau baik Tanpa perlu dipindai Hanya aku yang tak pandai Semoga setelah ini kan lahir Banyak kedamaian tanpa mengancam diri Yang dipeluk rasa bersalah tanpa henti Bebas, kau telah bebas kini Hingga kau kan mampu berlari Bebas, kau telah bebas kini Aku tak sabar Bertemu kamu dengan wajah cerah Lengkingan suara Berteriak, Apakabar?! Lalu disaat  hari itu datang Kan ku jawab  seperti apa?

Aku telah sampai

Katanya, seluruh janji telah langsai Lalu ku berhenti Tanpa bertanya barang setitik Hingga ku sadar, bahwa aku telah sampai Pada akhir Yang buat semua mengalir Perlahan Terima Tanpa perlu pembelaan Juga tolak Meski terpantau tak diinginkan Tapi ku dapat lihat jejak, jutaan Cukup buatku tersenyum, lega Betapa hebatnya Aku dalam perjalanan Tanpa mengubah Baik - pada sebuah Nama Bulan dimana menjadi titik temu Kini kau tambahkan pula, sesendok senduh Sebelum kian hilang, biarkan aku Mengepulkan mantra untukmu Tuk dapat peluk damai tanpa jenuh

Anak Lelaki dan Sandalnya

Anak lelaki kehilangan sandal Ia bertanya pada seisi kota Tanpa ada jelas Dan tak ada satupun yang menjawab Sebab Anak Lelaki tersebutpun tidak tahu Hanya rasa hilang Dan sakit Yang tak dipahaminya

Hadiah

Aku jatuh cinta berkali kali padanmu sekalipun sembari mendayung  di padang pasir  dengan badai debu dari barat Mataku sudah tertutupi nestafa nafasku lebih hemat karena tak mampu lagi  membedakan yang mana ku perlu hirup  antara oksigen atau kenangan?  Aku tahu ini berat,  tapi aku selalu ingin bertahan pada masa  dimana aku hidup melalui debaran  yang dihasilkan,  tiap kali ku temui rupamu di palung pikiranku Pada malam yang menggigil Juga siang yang menghanguskan epidermisku Ku temukan keteguhan Tuk tidak melepaskanmu Namun tetap menggenggam diriku sendiri Karena kamu bukan hanya sekedar harsa yang kutemui dalam sebuah perjalanan Lebih, sayang ... Kau Tujuan yang telah dijanjikan Sang Ilahi Padaku Hadiah Yang ku dapati Jika aku Menjadi anak baik Di ujian abad ini

Ular

Ular ini membual Ia mengatakan bahwa dirinya cukup Tamak akan pengakuan Dari burung yang kian meninggi Ular terlalu lemah untuk membawa air Memikul tanah Mengaduk segala hal Agar dapat membangun tangga Hampiri Meskipun yakin, bahwa ular Mampu Nyatanya lumpuh Mampus saja kau Jangan menjadi hama Bagi Ia yang tengah mengepak-ngepakkan Kejayaan Di atas peti mati Untukmu