Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi malam hari

Ruang Masa Lalu: Cerutu dan Aroma yang Tak Pernah Pergi

Gambar
Aroma vanila masih tertinggal Bertengger di cupid hidungku Tatkala ku memasuki ruang masa lalu Berpintu kayu yang mulai tertutup jaring-jaring  Ruang yang seharusnya tak disentuh namun ternyata kembali terbuka Tak pandai-pandainya aku menyembunyikan kunci ini Jangan suruh aku membuangnya Alih-alih melenyapkan, justru aku mendatangi pemilik kunci Sudah ribuan malam ku tak menutup jendela pada ruang ini Barangkali udara malam itu Baik saat hujan Pun kemaraunya Lalu pasukan pengepak berbagai ukuran Pun para pengerat  Cukup tuk merunyamkan ruang Malangnya yang ditemukan adalah kedamaian Mereka senantiasa menetap  Bingkai itu masih berisikan dua orang bahagia bahagia yang bahagia bahagia yang semakin membias Kini mataku telah lupa bagaimana teduh matanya Aromanya yang tengah berpadu padan dengan lendir di tubuhnya tak lagi tercium Mulut yang tak lagi mengecap manis miliknya Telinga menuli setelah tak lagi ada yang memanggil namaku Dan kulitku yang mengering karena tak lagi ber...

Perayaan Kembang Api; Sebuah Kenangan dan Kehilangan

Gambar
Kini langit menghitam Mulailah lampu-lampu dihidupkan satu persatu Memperlihatkan sepinya jalan di sana Jalan yang berakhir pada sebuah rumah Dari kejauhan tampak seseorang di bawah penerangan langkah memangkas jarak Melambai-lambai tuk beri tanda Telah sampailah sang pedamba Wajah bulat itu memerah Terdapat binar-binar yang terpancar Juga rekah senyumnya Berteriak tuk sampaikan suka cita pada dunia Aroma bunga semakin dinikmati habis olehnya Tatkala pelukan terbuka dan siap menerima Dan mulai mengurai segala rindu Entah sebagai penutup atau pembuka pada bagian lain Hadiah kali ini adalah kembang api Perayaan kesekian kalinya pada setiap pulang Perayaan yang menjadi tradisi Perayaan penanda bahwa sepinya malam telah berakhir Sang adik laki-laki sering kali mengeluh Mengapa berulang nyalakan kembang api Kilahnya, setiap suara kejutnya sama Warna dan segala kemeriahan telah terangkum tuntas dalam pikirannya Wanita itu hanya tersenyum dan menarik tangan kecil itu tuk pergi ke pelataran Se...

Cerpen : Keretaku Sampai Tujuan

Gambar
  Suatu hari aku sedang menunggu kereta untuk pergi ke suatu tujuan yang sebenarnya juga tidak tahu di mana itu. Yang aku tahu, aku hanya ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta. Pergi ke stasiun, menunggu kereta yang datang dan menaikinya. Duduk sembari menikmati berbagai ekspresi sekitar. Ahh tentu saja sesekali akan ku tengok jendela besar di sebrangku. Pemandangan langit sebiru ini mana mungkin boleh aku lewatkan bukan? Dengan perasaan yang cukup senang, aku menyambut kereta yang dikabarkan akan memasuki stasiun yang kini aku datangi. Bisa ku lihat, sekitar ku juga mulai mengikuti apa yang aku lakukan, mendekati garis kuning. Membentuk barisan seakan menyambut parade disebuah perayaan. Teriakan kereta semakin terdengar nyaring yang diikuti oleh suara rel beradu dengan besi bundar itu. Perlahan kereta mulai berhenti tepat di hadapan kami.  Rasa senang itu semakin menyeruak. Dengan sangat sabar, aku menunggu pintu dari masing masing gerbong tersebut terbuka - se...