Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita malam

Cerita Orang Kaya Baru: Dari Rantai ke Kebebasan

Gambar
Penghujung tanggal hitam akhirnya tiba Terdengar sorak dari berbagai balik meja Beberapa di antaranya mulai berangan Sisanya hanya bisa menghela nafas Badanmu tegap kali ini Berjalan dengan yakin tanpa rantai dikaki Tak ada beban di pundak Hanya ada beban didompet yang kenyang akan kekayaan Malam ini tak lagi ada aroma kemiskinan Yang tercium hanya kepulan dari dapur restoran Aahh ... jangan lupa sapaan bak raja yang disambut oleh para dayang Menyiapkan diri tuk meraih bintang lima darimu Kedai ramen saat itu apakah masih sama? Ornamen kayu dan menu andalannya Bukan, bukan andalan mereka Hanya andalan sepasang pencerita pecinta Saat itu Apakah segalanya masih sama? Jika tak ada ramen, barangkali aroma popcorn Banyak tayangan yang dapat mengundang Lalu kan ku sertakan kopi pandan  Sembari menikmati lagu jazz di depan pintu Dan saling menebak judul lagu Sebelum masuki ruangan gelap dan bersandar kasih Malam belum larut Ceritamupun masihlah sebanyak isi rekeningmu Mari berjalan sediki...

Cerpen : Bintang Jatuh

Gambar
 Di suatu Desa terpencil, hiduplah anak perempuan bersama dengan Ibunya. Mereka hanya hidup berdua di desa itu. Sebelumnya Desa tersebut adalah Desa dengan banyak penduduk yang hidup sederhana dan bahagia. Namun, di tengah musim hujan yang sangat panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak para penduduk yang memutuskan untuk bertransmigrasi ke daerah lain. Banyak orang beranggapan bahwa musim hujan kali ini tidak berujung dan menyebabkan malapetaka untuk warga Desa seperti, hewan ternak banyak yang mati, tumbuhan gagal panen, serta munculnya wabah-wabah penyakit yang hingga menyebabkan kematian.  Sang Ibu memilih tetap tinggal dikarenakan ketakutannya jika warga Desa akan bertemu dengan sang Putri. Bukan tanpa sebab ketakutan tersebut, beberapa kali sang Putri bertemu dengan warga Desa dan mendapatkan makian dan respon kurang baik lainnya karena wajah sang Putri yang dianggap buruk rupa dan menyeramkan. Bagi sang Ibu, putrinya sama cantiknya dengan anak perempua...

Dimana Bintang?

Gambar
Langit dimalam hari memiliki magnet tersendiri Terutama pada saat bertabur perhiasan yang ramai Mari berangan dan nikmati Langit tampak seperti apa kali ini? Lihatlah, terdapat bulan yang tengah menyipit Terlihat tipis, samar bak wanita penjaga toko obat Dan mulailah segerombolan anak bernyanyi Meminta bulan tuk temani Larut gelap dan dingin meninggalkan sunyi Aku masih terduduk, memeluk kaki Menenggah tuk nikmati Menenggah tuk nikmati, sesaat Dari bawah, aku dapat melihat indahmu Entah kapan cahaya tersebut tersulam dengan begitu apik Seperti berpencar namun tetap dalam satu kanvas Seperti itulah seribu bintang yang ku sukai Perlukah ku ikut bernyanyi tuk dapat terbang dan menari di antara cahayamu? Namun aku hanya ingin menikmati sendiri dan tidak seperti pemuja bulan Hanya pada bagian ini, aku ingin sendiri Hanya pada bagian ini, aku memohon tuk halau lain Jika boleh, itu pintaku Setelah seribu malam ku lewati  dengan hanya memandang Lalu menimbun, lagi dan lagi Pertanyaan berla...

Hari Akhir

Gambar
Siang berganti malam Begitu juga terangnya, dan-lalu-gelap Begitu juga panasnya telah tertiup Dan begitu juga ramainya,  tertelan hingga habis menyisakan senyap Ku lihat semua berjalan begitu cepat Dengan telapak kaki di sembarang arah Baik pada tanah yang basah dan ubin yang dingin Baik dengan jejak yang terbentuk hingga yang berakhir,  dimana lainnya itu? Tanyaku, mengapa berganti dan tak biarkan saja semua sama? Seperti pada lemari gelas kaca milik sang petuah dihari doa baik Gelas yang terawat dan berakar Meski lupa akan tujuan terbuat Tanyaku, mengapa berganti dan tak paksakan saja semua sama? Tak perlu sibuk merancang nanti Cukup peluk hari ini untuk berhenti Hingga sedikit mengeratkan peluk yang tak peluk sampai bisa tak bercerai Tanyaku, mengapa berganti dan ikhlaskan semua? Namun hanya hening kudapat Dan bayang hitammu yang mulai merabun Ku rasa sadarku tak dapati jawab dan termakan tanya Barangkali ada yang ingin bicara dan mulai jelaskan Bukan dengan hujan yang mula...

Cerpen : Ada Luka di Balik Kata Paham

Gambar
Sore itu segerombolan remaja tengah membelah kota. Dua diantaranya sedang berbincang dengan raut yang bahagia. Sesekali diselingi suara tertawa. Mereka tengah menceritakan mengenai bagaimana lucunya dunia ini. Bahasan yang umum dibincangkan oleh para karyawan kota kota besar. "Hai Dimas, kau tahu tidak siang tadi rasanya sungguh berat?" tanya Nina dari posisinya yang kini tepat dibelakang Dimas yang mulai merubah raut wajah tanpa diketahui oleh gadis tersebut.  "Ada apa?"  "Siang tadi aku di tegur karena pemasukan perusahaan mulai turun bulan ini. Marketing Credit lagi marketing Credit lagi, sepanjang rapat tadi itu saja yang dibahas. Padahal tim Corporate juga lelang ada disana. Curang bukan? Sepertinya GM kita memang sensi sama timku." keluh Nina "Bukankah justru bagus? Secara tidak langsung, GM ingin mengoptimalkan divisi Credit karena beliau tahu potensi yang kalian punya sangatlah besar."  Nina yang mendengar jawaban tersebut mulai membuat e...

Cerpen : Keretaku Sampai Tujuan

Gambar
  Suatu hari aku sedang menunggu kereta untuk pergi ke suatu tujuan yang sebenarnya juga tidak tahu di mana itu. Yang aku tahu, aku hanya ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta. Pergi ke stasiun, menunggu kereta yang datang dan menaikinya. Duduk sembari menikmati berbagai ekspresi sekitar. Ahh tentu saja sesekali akan ku tengok jendela besar di sebrangku. Pemandangan langit sebiru ini mana mungkin boleh aku lewatkan bukan? Dengan perasaan yang cukup senang, aku menyambut kereta yang dikabarkan akan memasuki stasiun yang kini aku datangi. Bisa ku lihat, sekitar ku juga mulai mengikuti apa yang aku lakukan, mendekati garis kuning. Membentuk barisan seakan menyambut parade disebuah perayaan. Teriakan kereta semakin terdengar nyaring yang diikuti oleh suara rel beradu dengan besi bundar itu. Perlahan kereta mulai berhenti tepat di hadapan kami.  Rasa senang itu semakin menyeruak. Dengan sangat sabar, aku menunggu pintu dari masing masing gerbong tersebut terbuka - se...