Laut abu-abu

Pemutaran kembali
Hari di mana aku dan kamu
Mengitari bibir pantai 
Sembari menguntai jejak

Di manakah angin membawa kita pergi?
Burung camar menyambar pertanyaan
Mencari jawaban
Tentang rumah yang kini hilang

Aroma asin itu mulai pudar
Lain cuaca juga waktu
Tapi pantai yang izinkan tuk menggulung ombak
Hingga bibir tak lagi saling menyatu

Kau terjeram pada pasir
sedang aku tenggelam habis
Suaraku tak sampai
Pada Tuhan juga kau
yang inginkan ku tuk bernyawa
bukan tersedak dalam tawa

Masih bisakah kita bertatap?
Dua empat tujuh tanpa hambat
Bergulat dengan cara yang kita sukai
Diakhiri dengan usapan lembutmu
pada pangkal tubuh
buat luluh
aku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu

Ghetini

Apakah ini bayaran atas tenang?