Postingan

Apakah ini bayaran atas tenang?

Tatap terakhir Ku temukan dirimu bersembunyi Di dalam sana, jeruji yang dingin Bias bersama genangan Yang kau usahakan tuk tak rintik Aku tahu, apa yang aku mau Dengan begitu jelas, terukir di pikiranku Namun kala ku lihat lagi Buram sudah Ku hanya ingin, kau tenang Lihat aku menari, Bernyanyi, Melukis, Wajah ku penuh dengan warna Bajuku begitu cerah Rambutku penuh gelombang Aku baik, aku baik saja Tak usah bertanya, perasaanku Bagaimana sakitnya, Lukanya, Tangisannya, Yang aku mau hanya kamu Namun, dengan tenang Sungguh ku rindu inginkan lebih Namun ku tahu rasanya tidak nyaman Terkekang di dalam pikiran Tolong jangan hukum Dirimu lebih dari ini Sekali saja Dengarkan aku Tenang, kau harus lepaskan Begitu tersiksanya ku, melihat kau rapuh Lebih dari berbohong Mengatakan, aku sudah bahagia Sejak kau pilih pergih Diujung tumpangan Ingatkah, aku mengucapkan  ' Terimakasih untuk semuanya, aku bahagia ' Di saat itu, Sesak dan bahagia terpita, jadi satu Setelah ini, aku ingin dapat k...

Apakah hari ini (pun tidak)?

Tidak hari ini Hitam, tak sedetikpun bercahaya Mati, tak sedikitpun bergerak Lumpuh Sengaja didiamkan di sana Namun aku yang mendekat Lalu menjauh Lagi mendekat Yang berubah hanya sekeliling Rasa-rasa takdir Firaun yang tenggelam Tidak dapat berubah Tidak pula tertukar Tapi diujung sana, ada harapan sedang menelungkup Bukan malu Hanya mengukung doa Khawatir terlepas Pun tertukar Kemarin ada, namun tak ada Hari ini tak ada, pun benar begitu Esok mungkin lupa bertanya Atau barangkali tak perlu Sudah tak lagi Benarkah? Masih pula tanya ini lahir Alih-alih beranjak Ia hanya kembali ke sudut Dekap doa, lebih

Apakah hari ini ada yang akan memanggilku?

Malam, terbangun Mengendus-endus udara Sudah pukul berapa ini? Raba-meraba jarum, tetumpuk tak berjalan Sudah berapa lama ini? Aku tahu bahwa pagi masih lama Tidak tahu kapan datang Bisa jadi, tidak tahu apakah akan datang atau tidak Hanya sekedar mengimani Entah iman yang benar atau tidak Bisa jadi, tidak, lalu tertimbun gelap selamanya Aku rasa, kini Iblis mulai bergantung di daun telinga Bisikan, tidur saja - kau tidak butuh bangun Aku mulai menarik gerai kelopak mata Jampi-jampi di ujung bibir mulai dimainkan Padahal aku sendiripun lupa Untuk apa aku terjaga? Apakah hari ini ada yang akan memanggilku? Barangkali, membutuhkan jawab kabarku Bisakah, kau rasa terampas hingga kau terbujur beku? Jika tidak, aku akan bersiap tidur dengan kali ini  lebih lelap

Ghetini

Genggaman terkadang diikuti sayatan Tampak hitam pada ujung Sisa menelan terlalu banyak tanah Akibat kukuh mengeruk tambang emas Semestinya, tuk pahami Agar yang digenggam kan menelan Dan yang menggenggam cukup mengepul Terisi ... Nikmati saja darahmu dan asapku Itulah bayaran Untuk dapat saling bersentuh Melebur bersama

Hai dan lalu Terimakasih

Hai Terimakasih Wajah penenang yang ku cintai Terpatri pada ingatan tanpa lerai Yang perlu kau percayai Kau baik Tanpa perlu dipindai Hanya aku yang tak pandai Semoga setelah ini kan lahir Banyak kedamaian tanpa mengancam diri Yang dipeluk rasa bersalah tanpa henti Bebas, kau telah bebas kini Hingga kau kan mampu berlari Bebas, kau telah bebas kini Aku tak sabar Bertemu kamu dengan wajah cerah Lengkingan suara Berteriak, Apakabar?! Lalu disaat  hari itu datang Kan ku jawab  seperti apa?

Aku telah sampai

Katanya, seluruh janji telah langsai Lalu ku berhenti Tanpa bertanya barang setitik Hingga ku sadar, bahwa aku telah sampai Pada akhir Yang buat semua mengalir Perlahan Terima Tanpa perlu pembelaan Juga tolak Meski terpantau tak diinginkan Tapi ku dapat lihat jejak, jutaan Cukup buatku tersenyum, lega Betapa hebatnya Aku dalam perjalanan Tanpa mengubah Baik - pada sebuah Nama Bulan dimana menjadi titik temu Kini kau tambahkan pula, sesendok senduh Sebelum kian hilang, biarkan aku Mengepulkan mantra untukmu Tuk dapat peluk damai tanpa jenuh

Anak Lelaki dan Sandalnya

Anak lelaki kehilangan sandal Ia bertanya pada seisi kota Tanpa ada jelas Dan tak ada satupun yang menjawab Sebab Anak Lelaki tersebutpun tidak tahu Hanya rasa hilang Dan sakit Yang tak dipahaminya