Ruang waktu
Tempat itu masih sama
Buatku tertawa, derasnya juga
Aku melihat sekitar
Buat waktu melambat mundur berputar
Bersama dengan wanita, si pendengar radio
Ku ajaknya study tour pada bangunan luas itu
Pendingin handalanku, dulu
Tak lagi terasa
Setibanya kami injaki, segalanya memanas
Lelehkan lilin yang ku simpan
Di balik bola mata
Wanita itu bertanya tentang tata ruang
Tepat saat kaki berhenti di lantai tiga
Ini tempat Ia bertanya, kamu mau makan apa?
Satu lantai di atas kita untuk, nonton ini seru kali ya?
Sedangkan satu lantai di bawah cukup asik tuk lewati sekedarnya
Lalu sampailah di lantai satu, itu ada produk baru, mau lihat?
Habiskan uang untuk baluti diri
Bila sampai lantai utama, kau kan mengambil satu scop ice cream sembari menarikku tuk nikmati angin beserta lampu
Berakhir pada lantai tanpa decor
Tempat kau berkata, Yang kencang, khawatir anginkan hempaskan kau saat di jalan nanti
Tempat ku berkata, Bagaimana jika kita menetap di sini?
Pendengarku tak ubah tuju pandang
Serta genggaman tangannya, semakin erat
Aku balas tertawa
Aku balas tertawa dengan deras, lagi
Untungnya aku membawa pendengarku
Dia pandai juga berperan
Kini peran dengan tissue di tangan
Sembari peluk
Kuat
Padahal, aku lebih
Berusaha, setidaknya
Usai terjerebam bersama, Wanita tersebut beranjak
Katanya, jika hanya buatku cedera maka hentikan pendarahan
Dalam kurung, aku tersenyum
Ini tidak buatku luka, sebab aku terobati melaluinya
Tak ada perasaan yang tulus bilamana menggoresi
Sejulur tubuh tak bercucuran
Berkat usapan di pucuk kepala
Rembesan ini sebagai tanda pinta luka
Agar ku dapati tabib ku
Kembali
Dengan tangan hangatnya
Tibalah deretan kunang-kunang bertali
yang mengeliling tempat ini dinyalakan
Perlahan aku mulai menerawang di balik gelap
Apakah ada tawa dengan nada baru yang kini terdengar di sini?
Mungkin dengan sekeranjang cerita,
Puluhan ice cream
Hingga ...
Wanita pendengar menutup mataku
seraya berdesir
Kita tertawa bersama,
Di bawah langit,
Di atas lantai,
Dengan dentang waktu,
Sama
Tak apa, pun harusnya demikian
Sebab, Tuhan sabdakan
Pada para malaikat
Tuk jaga dua umatNYA
Yang tengah di landa kelaparan tak berkesudahan
Komentar