Postingan

Ampas

Gambar
Rasa senang yang belum terasa Mengendap bersama ampas Bila ingin bahagia,  Cukup nikmati secangkir ke pedihan Dan seruput kebahagiaan di ujung cerita sebuah cangkir kopi Ampas hitam Pahit menjerat kecap Wangi yang mengepung penciuman Itulah sebenernya, itulah adanya  Dan itulah kenikmatan yang melahirkan kepuasan 

Jarak

Gambar
Jarak saat ini Menjadi jawaban Untuk dua insan Yang tak berbelas dan meredah Pada ego

Takut

Gambar
Takut, Aku hanya sedang takut Entah pada apa Sungguh aku tidak mengerti Takut, Lucunya itu terjadi di saat ramai Lampu terang dan tak setitikpun gelap mengintip Lagi,  sungguh aku tidak mengerti Takut, Sangat benci ku akui ini Lalu menatap si penyebab rasa ini ada Dia, tepat di depan  mataku Duduk bersebrangan,  tersenyum dan kembali bercerita Ya, cerita tentang makhluk indah lain

Singkatnya, Remaja

Ada yang lucu dalam dunia remaja Tentulah bukan soal sistem belajar mereka Ada jatuh hati yang tak di akui Ada hati yang berdebar tanpa dimengerti Kasihilah hatinya yang tak dapatkan balasan Dan acuhan dari pemilik Tapi tetap berjuang, bertahan dalam diam seperti dalam banyak novel

Bait Permohonan Maaf

Gambar
Sebuah keputusan tercipta Untuk lengkapi jejak sebelumnya Bukan untuk menghilang atau menggantikan Percayalah , ini bait keseriusanku Ke khawatiran akan tidak mampu Tapi tetap memilih untuk melaju Sebab egois ini meramu Dengan impian yang semakin terlihat semu Maaf,  atas maaf yang akan ku sampaikan nanti Bukan aku lupa bagaimana caranya untuk menggenggam Hanya ingin terbiasa untuk menyendiri,  kembali seperti itu Maaf,  atas perkara yang belum selesai Ku janjikan pada pekan lalu akan benar-benar usai Tapi nyatanya belum tuntas bahkan hingga usang sekali Pada bait pertama akan masih menjadi beban tersendiri

Rabu dan Kabar si Rindu

Aku dan rindu memang selalu beriringan Karena pembahasan rindu sering ku senandungkan Mengenai si penunggu hati Yang mensesakkan dada Tidak,  ini bukan bait kesedihan Hanya penggambaran riuh nya suasan Dimana ruang lapang namun berbatasan Tidak,  itu tidak buruk, percayalah Rabu, tepat pada hari itu Ada rindu di hadapanku Tak bisa ku lepaskan pandang Nikmati rindu tanpa pembahasan berat Pertemuan itu bukan sebagai peruntuh batas Karena jauh atau bertemu pandangan akan tetap sama Hanya sebagai pemberi kabar Bahwa si rindu baik saja Sama seperti aku di hari itu Rabu, tepat pada hari itu Kepada Si rindu perusak keheningan Terimakasih Waktu singkatmu sudah ku rekam dalam -  dalam Lain waktu jangan lupa untuk menontonnya bersama Sambil menghapus air di pipi

Masih Tentangmu, Kau Rindu

Judul utama masih tentang rindu Juga dengan sakit sebagai teman sejati Lalu sempat berpapasan dengan senang Satu kata untuk berbagai rasa, itu kau,  rindu Pada sub pertama yaitu, sakit Bersyukur ku dapat rasakannya Sakit yang disebabkan senyum kehangatan  Kepadamu dan dia yang tak ku tahu namanya, terimakasih  Sakit ini dapat menjadi pendekatku pada Tuhan Tuhan mungkin saat itu juga beriku senyuman hangat, lebih daripada mu Sub ke dua mengenai rasa senang Melihatmu di sebrang kolidor Yang sibuk membaca di tengah ramai Beberapa kali memperbaiki letak kacamata dengan jari telunjuk Begitu damai Kau terlihat sehat, seperti biasa Tibalah dimana sakit tak hinggap dan senang tak lagi ada Untuk kilometer  yang tak dapat ku hitung Catatan sakit kini berubah menjadi senang, untukmu tak apa, aku hanya inginkanmu,  tak peduli dengan siapa Dan catatan senang kemarin kini menjadi pilu diingat Hanya sesal Tak sapa, tak miliki keberanian K...