Apakah Mawar Putih Itu Sudah Kau Buang?

Apakah mawar putih itu sudah kau buang?
Mawar yang ku temukan sebagai pengganti lidahku yang kelu
Warnanya tak menarik
Namun, sudahkah kau mendengar mawar putih itu berbisik?

Apakah mawar putih yang kau bawa pulang masih nyata dalam ruang lelapmu?
Aku tak pandai mencari jam mahal, tapi prihal bunga kan ku usahakan
Harap agar dapat temani setiap alur mimpi
Juga bangun
Saat tengah mekar (seindahmu) juga layu (sesuramku - kini)

Apakah mawar putih masih mengharumimu?
Seperti aroma laut yang kita nikmati
Bersama coklat berpadu dengannya
Aroma yang ku bawa pulang di saat kau membawa pulang tawa
Masih adakah wewangian itu terkukung di sana?

Apakah malam ingatkanmu akan mawar putih?
Sebab pada malam itu, bintang-bintang berkata padaku
Tuk pinta jagamu
Tuk memohon agar bahagiakanmu
Tuk doakan agar ku (dapat) menuntunmu

Sebab malammu begitu gelap
Seribu bintangmu tak bantu langkah
Kau terlalu sering terjerembap
Sisakan luka yang kau bopong pulang

Bulan juga berteriak padaku
Tuk haruskanku, pastikan kau selamat
Tanpa bertanya pada daun pintu yang menanti
Juga ranjang yang menjagamu saat lelah (menyendiri di tengah dunia)

Lihatlah, semesta begitu menciummu (dengan lembutnya)
Mengalahkanku yang bahkan kini tak sampai
Padamu yang kini tak lagi genggam mawar putih
Lalu, apa yang kini berada di dalam genggamanmu itu?
Asing bagiku
Mungkin bisa jadi tidak
Hanya aku yang mengasingkan
Barangkali usaha lupa
Gagal yang ku telan




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku mencintaimu

Ghetini

Apakah ini bayaran atas tenang?