Swastamita
Langit sore ini merona
Barangkali karena melihat sepasang yang saling berpelukkan
Di depanku yang habis terguyur, malu
Langit sore ini merona
Tak handal tahan tawa
Hingga memecah pipinya
Potongan kisah yang berantakkan. Namun jika bersedia, kau dapat duduk, memungut puing-puing tersebut dan menikmatinya sejenak. Cukup usang dan berdebu. Untuk itu aku minta maaf. Di dalam sini, tak cukup lengkap. Seperti banyaknya kosong pada akhir kata. Menyisakan kata tanya "mungkinkah" juga "bisakah". Tersisa hanya luasnya pandang tanpa titik dan runyamnya pikiran yang ku tuang pada kanvas hitam ini. Lalu dibacakanmu.
Komentar