Gelabah
Kebulan asap ini menenangkan
Pekat, barangkali seluruh beban ikut terhembuskan
Dengan tatapan kosong sembarang
Merongrong tanpa suara
Tarikan terakhir
Hembusan terakhir
Hitam yang kian memangkas
Namun gelebah tak kunjung ranggas
Potongan kisah yang berantakkan. Namun jika bersedia, kau dapat duduk, memungut puing-puing tersebut dan menikmatinya sejenak. Cukup usang dan berdebu. Untuk itu aku minta maaf. Di dalam sini, tak cukup lengkap. Seperti banyaknya kosong pada akhir kata. Menyisakan kata tanya "mungkinkah" juga "bisakah". Tersisa hanya luasnya pandang tanpa titik dan runyamnya pikiran yang ku tuang pada kanvas hitam ini. Lalu dibacakanmu.
Komentar