Cerpen : Halaman Bidadari dan Semesta
Terdapat sebuah kisah di dalam kisah lainnya. Tentang seorang wanita dewasa yang mengisahkan kehidupan bidadari. Jari lentiknya sangat handal bergerak bebas. Kaki kecilnya lincah melompat dari titik satu ke titik satu lainnya. Bahkan tak dapat kau temui rasa ragu maupun takut di setiap geraknya. Begitupula lidahnya, sulit kau temukan salah tutur, handal sanjungan untuknya. Dan bagi si penikmat hanya bisa menghadiahkan tepukkan tangan hingga menggema. Seusai pentas, Wanita tersebut duduk. Meminum air mineral di sudut ruang. Bibir manisnya terus tersenyum. Bermandikan keringat, tak sedikitpun tampakan keluh di wajah. Seorang pria datang menyamakan tingginya hingga mampu saling tatap. "Kau temukan rumah." katanya yang mampu menciptakan kerut di dahi lawan bicaranya. "Kau telah menemukannya, rumah yang kau impikan" lanjut pria tersebut dengan senyum yang semakin mengembang. "Kau ini, apa yang kau bicarakan? Aku memang sudah memiliki rumah. Kau tah...